Tampilkan postingan dengan label lifestyle. Tampilkan semua postingan

Dear Parents, Thank You For Not Always There




Dear parents,
thank you for not always there for me

Nobody's perfect. Everyone have flaws somehow. And more often those flaws show in our children. I inherit my mom and dad's flaws, but it is okay.

If I have the choice to be born again, I will not choose another parent. It is because they - as I am -are perfectly imperfect.

I always grow up thinking that my parent should care more about me. They give me so much freedom and weigh me down with responsibilities. My choice, of course, is not always wise. And there were times- there still times -when I became irresponsible. But I know I am still growing, I still had a lot of things to learn until I grow old and die.

My parent almost never prohibits me from doing things and joining activities. They never ask me about my grades, they give me freedom to choose where I should study next, what major I  should take.

They never defend me when I had a quarrel with my peers, they never defend me when I got scolded by their parents or anyone. They never defend me when I go home black and blue and crying. There were times I am miffed for their attitude, mistaken them for ignorance about my life. But it is not.

The bad side, I grow up hiding too many secrets and bottling up my problems alone. I have too much pride to ask help for things I couldn't handle, even to God haha. And of course, too stubborn for my own goodness.

But now, I want to thank my parent for not always there for me. When I feel sad, when I got hurt or when I feel alone. Because then, though it is painful, I learn to be strong. I learn there are times I should punish myself for my own mistakes (because my parents almost never did). And I also learn to stand up for myself when people push me around and judge me. Not an easy journey though.

I understand why it seems they gave me freedom and gave me chance to experience too many mistakes. I should learn how to make a decision, learn to bear the consequence, and responsible for it. I learn to live trough difficult times, to open myself for vulnerabilities and embrace them instead of despising them.

I learn how to trust the wrong person, love the wrong person, bear the pain of hoping for another person, the bitterness of betrayal, and get up. I learn that not everyone deserves my loyalty, and some people deserve a kick in the shin (not in the ass because they're already are -an ass that's it). In the other hand, I also learn to forgive people who never ask for forgiveness. Because it is a way to make peace with my own soul.

21 years growing up as my parent's first daughter, I finally could appreciate my their parenting style. Because they both are the first child in their families. And they had live trough pressures, expectations, mistakes and decide it is the best way for me to grow up.

I am truly fully grateful they did not raise me to be a princess. And I would never want to be one. I am the daughter of two warriors. So pray for me, I I would be a very good one too.

And maybe someday I could look in the mirror and see not only a warrior but also a queen. The warrior queen, sounds cool, isn't it?

But it's a long way to go. I need to pull myself back together and finish what I have to finish. Striving every morning so I could sleep a peaceful sleep in the night. Fix my own stupidity, and stop being a crybaby. haha. I had great parents, now I can't bear the shame of being a loser. >:)

Jalan Raya, Jalan Tol ke Akhirat



Seperti air mengalir yang mengisi ruang yang kosong, seperti itulah perilaku pengguna jalan di Indonesia. Jalan raya yang harusnya menjadi penyambung jalan ke rumah, seringkali malah jadi pemberhentian terakhir di dunia. Lantas, siapakah dalang dibalik tingginya angka tragedi kecelakaan lalu lintas?

Saat melihat berita di televisi dua hari yang lalu, saya sempat terkejut melihat angka kecelakaan selama musim mudik yang sangat tinggi. Dari laporan berita di Metro TV, Setidaknya ada 856 kasus kecelakaan selama lima hari arus mudik. Lima puluh persennya adalah pengendara kendaraan roda dua. Sedangkan, angka korban meninggal mencapai 170 jiwa lebih.

Padahal angka ini sudah menurun dibandingkan angka kecelakaan tahun lalu. Lebaran tahun lalu, ada 1000 lebih kasus kecelakaan lalu lintas dengan 200 lebih korban jiwa. Bukankah angka ini sangat mengerikan? Bayangkan saja, ada 200 keluarga yang harus memakamkan sanak keluarganya saat harusnya menghapus rasa rindu di Hari Raya Idul Fitri.

Masyarakat tentunya punya seribu satu alasan untuk menyalahkan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah yang dituduh melakukan korupsi dana pembangunan jalan,  infrastruktur yang tidak memadai, hingga supir bus yang ugal-ugalan. Namun, sebenarnya, jika kita mau jujur pada diri sendiri, kita sendiri adalah dalangnya.

Tentu saja tidak ada yang bisa menghindari musibah jika memang sudah digariskan. Namun, kita juga harus bercermin pada perilaku berkendara kita. Salah satu pengajar saya pernah bertanya di kelas Manajemen Pemasaran, siapa yang harus disalahkan ketika terjadi banyak sekali kecelakaan lalu lintas karena bus ugal-ugalan?

Jawaban kami pun klasik. Supir bus yang egois, supir bus yang mengantuk, supir bus yang cuman peduli duit tapi tidak keselamatan. Namun, kami terhenyak ketika beliau mengungkapkan yang salah ya kita sendiri. “Bayangkan saja bila ada bus yang jalannya pelan, hati-hati. Masak laku?” celetuk beliau saat itu.

Di saat yang bersamaan, jawaban tersebut juga terkait pada hal yang lebih besar, yakni perilaku berkendara masyarakat di Indonesia. Perilaku yang bagaimana? Tentunya perilaku berkendara yang berorientasi asal cepat sampai. ‘Asal’ karena mayoritas pengguna jalan di Indonesia hanya memperhatikan faktor cepat, bukan keselamatan.

Di kelas yang sama, saya juga sempat membaca penelitian perilaku konsumen yang mengungkapkan kalau keselamatan dan ramah lingkungan adalah dua hal yang paling tidak popular di kalangan konsumen Indonesia. Lengkap lah sudah jawaban mengapa angka kecelakaan di Indonesia amat besar.

Tidak perlu jauh-jauh mencari paper atau berbagai penelitian. Lihat saja sekeliling kita, atau mungkin pada cermin juga. Sudahkah kita memakai helm bahkan di jalan yang tidak dijaga polisi? Apakah kita menarik gas atau rem ketika lampu lalu lintas berubah kuning? Apa kita menyalakan lampu isyarat ketika akan mendahului kendaraan di depan kita? Apa kita ikut membunyikan bel ke kendaraan di depan kita padahal lampu belum hijau?

Tak perlu menjawab pertanyaan di atas keras-keras. Karena tulisan ini bukan ajang pembuktian diri atau pengakuan dosa. Kesalahan diatas mungkin sangat umum di lingkungan kita. Namun, dosa bersama atau tidak, perilaku tersebut merupakan contoh kontribusi kecil kita pada tingginya angka kecelakaan di negeri ini.

Dalam tingkat ekstrim, saya melihat sendiri banyak motor yang berani mendahului bus, padahal bus 
sudah menyalakan lampu isyarat belok. Ironis bukan? Padahal kita yang memberi bus reputasi sebagai jagal jalan raya. Namun, seperti kambing yang memasukkan kepalanya ke mulut singa, kita sendiri yang bermain dengan maut.

Tentu saja selain perilaku pengguna, banyak faktor lain yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Misalnya saja ‘ranjau’ jalan raya yakni lubang jalan menganga, jalur kereta api tak berpalang, jalan beraspal yang tidak rata hingga faktor alam seperti cuaca. Namun harusnya faktor tersebut dibarengi dengan peningkatan kewaspadaan pengguna jalan. Bukan malah menjadi arena balapan dan atraksi menghindar dari rintangan layaknya film action Hollywood.

Jika kita masih berperilaku berkendara ugal-ugalan, ingatlah kita bukan satu-satunya yang akan rugi apabila terkena musibah kecelakaan. Tak apa kalau kita sendiri yang rugi, bagaimana kalau karena kelalaian kita, orang lain yang jadi korbannya? Masih bisakah uang ganti rugi kita menghapus duka keluarga korban kelalaian kita?

Untuk itulah, sebagai pengguna jalan raya kita harus senantiasa memperhatikan etika berkendara. Terutama bagi mereka yang harus kembali ke perantauan di arus balik lebaran saat ini. Pengendara harus senantiasa meningkatkan kewaspadaan dalam berkendara. Hal ini mengingat kepadatan kendaraan yang berkali lipat dari biasanya. Jangan sampai jalan raya yang dibangun untuk memudahkan jalan pulang, malah menjadi jalan tol kita ke akhirat.

Saktia Golda S
Mahasiswa Jurusan Desain Produk IndustrI 
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Angkatan 2013








Let Go and Let God Decide




Kita selalu berbicara mengenai usaha. Dalam Islam, Allah berfirman tidak akan Allah mengubah nasib suatu kaum jika dia tak berusaha mengubahnya. 

Maka dari itu, dari saat membuka mata hingga menutup mata, kita dituntut untuk selalu berusaha. Entah berusaha mengejar sesuatu atau mempertahankan sesuatu.

Namun ada satu jenis usaha yang begitu penting, namun sangat sering dilupakan. Dan lebih sering lagi, sangat sulit dilakukan. Usaha itu yakni berusaha melepaskan.Istilah populernya ikhlas. 

Kita memang bisa berusaha dengan begitu berapi-api, karena tiap manusia dilahirkan untuk merubah sesuatu. Entah itu merubah peradaban, atau perubahan yang paling kecil, yakni merubah suasana hati teman.

Namun ada batas, dimana kita memang harus tahu kapan kita harus berhenti berusaha. Bukan karena kita menyerah, namun karena ada hal-hal diluar batas kemampuan kita untuk mengubahnya.

Batas itu adalah milik Tuhan, dan berusaha melanggar batas itu harus membuat kita membayar sebuah resiko. Entah resiko itu akhirnya akan menyakiti diri kita sendiri, atau malah menyakiti orang lain.

Dulu berusaha dan loyalitas adalah suatu hal yang paling saya agungkan. Namun ada suatu pelajaran, yang tidak perlu diceritakan, yang membuat saya memahami seni melepaskan.

Seperti kata Khalil Gibran:
Jika kau mencintai sesuatu, lepaskanlah
Dan jika dia kembali padamu, maka dia adalah milikmu sejak awal
Namun jika dia tidak kembali, maka dia bukan milikmu sejak awal.

Bukan hanya dalam lingkup romansa lho. Ujian hidup berupa melepaskan seringkali hadir tanpa kita sadari. Seperti ketika kita terlalu keras berusaha menjadi pribadi sempurna, atau ketika kita terlalu berusaha bertahan dalam suatu organisasi dan kepanitiaan padahal sudah tidak mungkin. Atau mungkin terlalu berusaha mempertahankan teman, meskipun jalan hidup kita sudah bercabang ke arah berbeda.

Namun seperti biasanya, kehidupan bukanlah guru yang penuh welas asih. Terkadang kita harus tersakiti dahulu baru kemudian kita dapat memetik pelajaran. 

Tapi ingat, seperti kata teman saya dulu, kita tidak perlu mengalami semua kepahitan dalam hidup untuk memetik pelajaran. Waktu kita tidak akan cukup. Kita bisa melihat pengalaman orang lain, dan belajar dari sana untuk menjadi orang yang lebih bijak.

Untuk itu, berusahalah, dalam batas wajar. Namun pandailah mengamati, kapan kamu harus terus berlari,
Dan kapan kamu harus berhenti. 

Dan jangan pernah khawatir dianggap lemah karena berhenti berusaha. Karena sesungguhnya melepaskan adalah ujian yang paling berat, untuk menyerah pada kuasa Sang Pencipta, untuk pasrah. Untuk itulah, Tuhan selalu mencintai orang yang Ikhlas.



Note:
Sebuah catatan di status line yang tidak pernah terbit, karena dulu menulisnya saja sudah terasa menyakitkan. Semoga bisa memberi pelajaran.

Embracing Your Flaws




There is a crack, a crack in everything
That's how the light get in
- Leonard Cohen, Anthem

Sometimes we are torment ourselves with things we couldn't change. We let ourselves fighting with what ifs and drown ourselves in a limbo of our past.

Sometimes it is easier to judge ourselves and blaming all the faults to ourselves even when it is not. Because saying 'I don't have option' or 'I can't do anything' sounds so helpless, and we don't like it.

However, those things don't have to rule our future. Those things may burnt our past with regrets, sadness and anger but tomorrow is ours to take.

We just have to be brave.

Learn to accept that there are things we couldn't change. That there are wounds that will never heal. And it is okay to feel weak sometimes, because it is scary and painful. But it is better if we can rise, and wearing our pain like it is a crown in our head.

 Then we could learn about being beautiful.

Salah Siapa Wanita Memberontak?


Bukankah emansipasi adalah kata yang sangat ironis? Tuhan berkata jika kedudukan pria dan wanita di mata-Nya adalah sama. Namun wanita harus merangkak jauh dari titik nadir untuk bisa berdiri sejajar dengan pria di masa sekarang. Lantas jika wanita kini ‘memberontak’, siapa yang harus disalahkan?



Wanita yang hidup di jaman sekarang adalah wanita yang beruntung. Kita bebas menyulam gelar sepanjang mungkin, bebas memilih jadi petani hingga presiden, bebas memilih wakil rakyat, atau bahkan tidak memilih. Namun apakah nasib wanita selalu begitu?

Pada tahun 1281, terdapat konferensi di Perancis yang membahas apakah wanita adalah manusia atau bukan. Di India, wanita dilarang duduk di kursi seperti suaminya. Bahkan ketika Islam telah menyebar di negeri kita dan di Kitab-nya telah tertulis jika wanita dan pria berderajat sama, budaya patriark (laki-laki lebih superior dari wanita) masih subur mengikat para wanita yang ingin melihat dunia yang lebih besar dari dapur, sumur dan kasur.

Jika memang derajat pria dan wanita adalah sama, tidak akan ada Virginia Woolf yang mati-matian menulis kesetaraan lewat bukunya. Tidak ada Emily Davidson yang harus dipenjara berkali-kali karena menganggap wanita dan pria harusnya punya hak suara yang sama. Jika memang derajat wanita dan pria dianggap sama, Kartini tidak akan pernah menulis surat-surat kepada temannya di Belanda mengenai emansipasi wanita.

Kenyataannya, derajat wanita dan pria memang tidak sama. Kita sendiri yang berkata seperti itu. Tatanan sosial yang dibuat manusia telah membuat konvensi mengenai hal tersebut. Untuk itulah saya akan sangat berhati-hati bila berbicara mengenai kodrat. Karena bisa jadi apa yang kita anggap kodrat hanyalah sebuah konvensi dari tatanan sosial.

Kesepakatan tidak tertulis tentang wanita yang paling sering saya dengar adalah wanita harus lemah lembut. Hal lainnya adalah larangan bagi wanita untuk terlalu mandiri, wanita harus bergantung pada pria, dan banyak hal lain yang anda sudah pasti mendengarnya.
Bahkan konvensi tersebut tergambar dari citra RA Kartini yang tampil di lukisan yang dipajang di sekolah-sekolah dan film-film tentang Kartini. Dimana Kartini ditampilkan sebagai sosok yang keibuan dan kalem. 

Menurut saya sangat Ironis bila kita memperingati hari Kartini dengan memakai kebaya dan tampil se-feminin mungkin. Karena dalam masa hidupnya, Kartini berusaha menggebrak semua opini tersebut. Kenyataannya, Kartini adalah feminis pertama di Indonesia.

Sayangnya kata feminis atau emansipasi adalah dua kata yang takut diucapkan oleh para perempuan. Bagaimana tidak, feminisme sering kali dianggap identik dengan pemberontakan, kebencian kepada pria hingga tidak religius. Siapa wanita yang suka dianggap seperti itu?

Emansipasi wanita pada dasarnya adalah gerakan untuk melepaskan diri dari tatanan sosial yang saya sebut di atas. Tatanan sosial yang dulu membelenggu wanita untuk cerdas dan berkembang. Jika ada seorang wanita yang berkata dia menjunjung emansipasi dan mengabaikan keluarganya, yang salah bukan emansipasi wanitanya, tapi pelakunya.

Banyak juga opini yang berkata jika wanita yang buka-bukaan, hingga kontes kecantikan yang mengekspos fisik wanita adalah efek buruk dari emansipasi wanita. Menurut saya itu pendapat yang salah kaprah.

Kontes atau komersial yang mengekspos fisik wanita justru adalah musuh seorang feminis. Hingga saat ini, dunia hiburan hingga komersial masih sering mengeksploitasi wanita. Ini merupakan bukti bahwa budaya patriarki sejak jaman Romawi dan Yunani yang menjadikan wanita sebagai obyek seksual masih kental di kehidupan kita.

Lebih parah karena banyak orang yang memanfaatkan salah kaprah ini untuk menyerang para feminis. Jadilah terbentuk opini bahwa semua feminis pasti membenci laki-laki dan mencoba lari dari kodratnya. Yang saya rasa semua orang perlu pahami, feminisme membenci tatanan sosial yang menjadikan wanita sebagai penghuni kasta lebih rendah di hierarki sosial, bukan laki-laki.

Mungkin sekarang tatanan sosial sudah melonggarkan belenggunya pada wanita. Namun belenggu itu masih terasa. Jika ada yang salah dengan keluarga, yang disalahkan akan langsung wanita. Hal tersebut karena tatanan sosial berkata anak adalah tanggung jawab wanita. Setahu saya, bahkan di Kitab Suci pun anak adalah tanggung jawab baik ayah dan ibu.

Bahkan saya sering menjumpai wanita yang takut untuk mengutarakan opininya, hanya karena takut dianggap terlalu pintar oleh laki-laki. Hal ini juga menunjukkan kalau korban tatanan sosial bukan hanya laki-laki, tapi juga perempuan.

Opini publik tentang idealnya wanita selama ini sering membuat berbagai tipe perempuan takut untuk menunjukkan jati dirinya. Seorang wanita yang cerdas malah ditakuti laki-laki. Para wanita merasa harus jadi seseorang yang rapuh dan lembut dan penurut seperti tipe wanita ideal tatanan sosial kita. Bahayanya, hal ini juga membuat wanita sering kali berfikir kekerasan baik fisik maupun psikologis juga merupakan kodratnya.

Untuk itulah sebagai masyarakat modern, kita perlu bercermin kembali kepada sejarah dan bertanya: mana yang merupakan kodrat dan mana yang hanya tatanan sosial. Saya percaya bahwa laki-laki tidak lebih baik dari wanita, begitu pula sebaliknya. Pria dan wanita adalah partner dalam membangun peradaban. Untuk itulah masing-masing perlu saling menghormati dan bekerjasama.

Selamat Hari Kartini Semuanya!

Saktia Golda S
Mahasiswa Jurusan Desain Komunikasi Visual
Angkatan 2013

Wonderful illustration by: Jane Rye

Redefinisi Emansipasi Wanita: Sebuah Prolog



Berat banget topiknya!!!
Opps…maaf. Meski berat untuk dibaca, saya merasa topik ini sangat menarik untuk dibahas. Sebentar lagi tanggal 21 April. Tanggal 21 April peringatan apa hayooo?
Hari Kartini.
Ya, Raden Ajeng Kartini adalah sosok yang digadang sebagai simbol dari emansipasi wanita di Indonesia. Dua buah kata yang sangat kuat bukan? emansipasi dan wanita. Masing-masing memiliki sejarah perjuangan yang panjang dan dramatis. Cocok untuk film-film Hollywood yang menjual janji airmata.
Namun, bukan itu yang ingin saya tulis. Saya ingin menulis tentang masyarakat yang khilaf dan bahkan memerkosa makna perjuangan emansipasi wanita yang diimpikan Kartini. Hal ini karena salah kaprah definisi perjuangan Kartini atau bahkan definisi emansipasi wanita itu sendiri. 
Untuk itulah, mumpung momen kita tepat, mari kita renungkan kembali pergerakan emansipasi wanita. Efeknya pada wanita Indonesia modern, pro kontra serta plus dan minus-nya. Dan akhirnya, saya dan anda wanita Indonesia, bisa lebih bijak dalam menentukan masa depan kita. 
Sebagai catatan, ini merupakan sebuah hasil dari renungan, bukan bermaksud menggurui, apalagi memaksakan opini :)

---C O M I N G  S O O N---

Never Mind the Bollocks, Here’s Sex Pistols!




Bagi mereka yang suka mendengarkan music punk atau rock, tidak tahu siapa Sex Pistol adalah dosa. Bagi yang belum pernah tahu genre punk atau apa itu sex pistol , mari kita baca hal yang membuat band punk ini begitu spesial untuk saya.

Sekilas, orang yang tidak suka punk akan bertanya, ‘apa sih spesialnya band yang cuman hobi teriak-teriak ini?’. Apalagi Johny Rotten, vokalisnya tidak punya suara merdu layaknya John Lennon atau senyum sejuta dollar-nya Elvis Prisley. Liriknya juga terkesan ngawur dengan kata-kata yang jauh dari romantis.  Dan yang paling parah adalah: nama band-nya cabul! Astaghfirullah!

Ya, sex pistol bakal masuk black list semua orangtua ketika musiknya diputar oleh anak-anaknya. Namun bagi saya, Sex Pistols adalah band bersejarah. Meskipun mereka bilang museum adalah ‘a piss stain’. Lebih dari omongan yang terkesan embongan, kasus kontroversi dan nama band mereka yang cabul, menurut saya Sex Pistol adalah monumen dari era punk tahun 70-an di Inggris yang sifatnya mirip dengan Hippies-nya Beatles. Meskipun mereka memiliki gaya seperti langit dan bumi. 

Memang apa yang terjadi tahun 1975 ketika band ini berdiri?

Jawabannya ada di buku textbook Sejarah Desain dahulu. Namun karena tidak semua orang membaca, saya akan menjelaskan semampu saya saja. Jadi gerakan ini merupakan suatu ekspresi akan rasa frustasi anak muda di tahun tersebut akan ekonomi yang tidak kunjung membaik (di Inggris) dan perang terus berlangsung baik di Vietnam atau perang dingin USA dan Uni Soviet.

Jika hal ini melahirkan psychedelia dan gerakan sosial hippies, nantinya, hal ini juga melahirkan generasi seperti Sex Pistols yang memulai era punk. Jika hippies memiliki pandangan yang lebih santai dengan menyebarkan cinta, punk memiliki pandangan yang jauh lebih skeptis, bahkan agresif mengenai keadaan sosial dan ekonomi saat itu.

Contohnya saja lagu Sex Pistols God Save The Queen, salah satu liriknya berbunyi there is no future in England’s dreaming yang menggambarkan rasa frustasi akan tingkat pengangguran Inggris yang tinggi pada tahun 1975. Bukannya dalam menghadapi apapun kita harusnya selalu optimis? Kenapa harus menghargai sekelompok pemuda yang teriak-teriak di mikrofon untuk mengeluhkan keadaan?

Well, satu hal yang saya sukai dari musik punk adalah kejujuran mereka dalam berekspresi. Sumpah serapah yang tidak disensor, sindiran yang menghina bahkan ratu Ingrris?! Dan tentunya sinisme mereka. Orang sinis adalah orang yang jujur dalam melihat keadaan. Dan bisa saja, lagu-lagu sex pistols adalah catatan sejarah yang paling jujur yang tidak akan dimanipulasi di masa depan. Liriknya menangkap rasa marah, frustasi akan keadaan di masa tersebut.

Dari semua hal yang membuat Sex Pistols dianggap sebagai mbah-nya band Punk, saya paling menyukai lirik-liriknya. Mendengarkan atau membaca liriknya seperti membaca sebuah puisi. Bukan jenis puisi dengan pesan rahasia dan kata-kata indah. Lirik Sex Pistols seperti puisi versi kasar dan marahnya. Namun untuk anak-anak yang besar di lingkungan kelas pekerja, lirik Sex Pistols menurut saya sangat cerdas.

Rasanya seperti dihadapkan pada sebuah puzzle. Mungkin apa yang mereka ungkapkan akan langsung dipahami oleh orang pada era mereka, namun bagi saya yang sudah lahir di jaman enak, seperti kata nenek saya, tentunya sulit memahami derita mereka dengan sebaris kata-kata yang terdengar ngaco.

Lihat saja lirik salah satu lagunya, Holiday In The Sun

 cheap holiday in other peoples misery!

I don't wanna holiday in the sun
I wanna go to the new Belsen
I wanna see some history
'Cause now I got a reasonable economy

Now I got a reason, now I got a reason
Now I got a reason and I'm still waiting
Now I got a reason, now I got reason to be waiting
The Berlin Wall

Sensurround sound in a two-inch wall
I was waiting for the communist call
I didn't ask for sunshine, and I got World War Three
I'm looking over the wall and they're looking at me

Now I got a reason, now I got a reason
Now I got a reason and I'm still waiting
Now I got a reason, now I got a reason to be waiting
The Berlin Wall

They're staring all night and they're staring all day
I had no reason to be here at all
And now I got a reason, it's no real reason
And I'm waiting at Berlin Wall
I'm gonna go over the Berlin Wall, I don't understand this thing at all
I gonna go over and over the Berlin Wall, I'm gonna go over the Berlin Wall
I'm gonna go over the Berlin Wall

Claustrophobia, there's too much paranoia
There's too many closets we went there before
And now I gotta reason, it's no real reason to be waiting
The Berlin Wall

I gotta go over the Wall, I don't understand this thing at all 
This third rate B-movie show, cheap dialogue, cheap essential scenery 
I gotta go over the wall, I wanna go over the Berlin Wall 
Before me come over the Berlin Wall, I don't understand this bit at all
I'm gonna go over the wall, I'm gonna go over the Berlin Wall
I'm gonna go over the Berlin Wall, come on come over the Berlin Wall
I don't understand this thing at all 
Please don't be waiting for me

Satu kali baca lirik lagu diatas pasti tidak akan memberi tahu kita apa-apa selain mereka liburan ke Jerman yang lagi disinari matahari kemudian ada komunis terus mungkin mereka nggak bisa Bahasa Jerman, jadinya mereka tidak paham apa-apa. Namun, yang spesial, setelah saya mencari apa itu New Belsen, arti lagu ini jadi naik pangkat dari lirik lagu teriak-teriak ke puisi yang estetis (karena estetis tidak harus cantik).

Lirik diatas bercerita mengenai sinisme grup band ini ketika berlibur di Jerman tahun 70-an. Sinisme mereka yang dituangkan dalam kata ‘new belsen’. Belsen merupakan camp konsentrasi Nazi untuk mengurung para yahudi supaya tidak berbaur dengan warga Jerman lain. Setelah berdirinya Berlin Wall, Jerman seperti menjadi New Belsen. Warga Jerman terkurung di dinding setebal dua inchi dan paraoida mereka akan komunis di seberang tembok.

Sementara itu, Sex Pistol menganggap hal ini sangat konyol. Karena semua tentunya adalah efek perang propaganda kepentingan antara USA dan Uni Soviet yang berperang dari kedua sisi dinding tersebut. I'm looking over the wall and they're looking at me adalah sarkasme mereka akan keparanoidan orang Jerman. Seolah-olah memandang tembok akan langsung menghadapkan kita pada komunis. Seolah-olah melihat komunis saja akan membuat kita langsung terkutuk. Padahal sebenarnya siapa monsternya?

Karena itulah saya sangat menyukai band ini. Karen liriknya tidak terlalu mudah seperti musik pop yang siang malam terdengar di dunia kita. Berbeda dengan musik pop yang kekinian, ada sesuatu yang diceritakan dalam setiap lagu Sex Pistols. Saya sendiri tidak akan bilang saya penyuka music punk, karena kadang-kadang musik mereka membuat kuping saya sakit. Namun yang membuat lagu-lagu band ini spesial adalah cerita dan sejarah yang tidak akan ditangkap oleh lagu-lagu Taylor Swift atau kegalauan Justin Bieber.

Banyak orang yang tidak suka dengan genre musik yang terdengar kasar atau liriknya yang penuh hinaan. Menurut saya, mereka mungkin kurang memahami pesan yang disampaikan Sex Pistols. Lirik-lirik mereka menyampaikan permasalahan sosial di UK pada jaman tersebut, yang menunjukkan, mereka adalah orang yang peka terhadap keadaan. Dan ini adalah salah satu bentuk protes mereka akan keadaan yang kacau balau pada saat tersebut. 

Meskipun jauh dari indahnya lirik lagu the beatles yang bikin damai atau classy seperti Frank Sinatra, Sex Pistols dan sumpah serapahnya, dengan sikap agresif dan urakannya tentunya tidak kalah keren. Hanya saja packaging Sex Pistol tidak indah atau bersih. Dan ini membuat grup band ini memang patut mendapat tempat di jajaran band paling berpengaruh di dunia musik maupun gerakan sosial punk. Never mind the bollocks, here’s sex pistols!



note:
credit picture here
Original artist: Jamie Reid

NARASI: UNDERWOOD CHRONICLE

Story By Saktia Golda S


Wilhelm dan Jacob Grimm adalah dua saudara kembar yang sangat bertolak belakang. Will adalah anak berusia 11 tahun yang pintar dan sopan. Pembawaannya tenang dan selalu rapi. Kakaknya yang lahir 30 menit lebih awal, Jack adalah kebalikannya. Dia aktif, tidak bisa diam, bersuara keras dan sangat populer. Mereka jarang akur karena Jacob selalu mengganggu ketenangan Will, dan Jack selalu iri karena orangtuanya selalu menyuruh Jack agar lebih tenang seperti Will. Suatu hari mereka bertengkar hebat, Jack yang impuls membuang buku kesayangan Will ke kubangan air dan Will berlari menangis ke hutan.
Hingga malam tiba, Will tak juga kembali. Begitupun keesokan harinya. Jack yang didera rasa bersalah ikut mencari ke dalam hutan bersama warga kampungnya. Namun meskipun satu pekan telah lewat dan airmata ibu dan ayahnya telah mengering dan warga desa berhenti mencari, Jack tidak mau percaya adiknya telah dimakan hewan buas.
Jack masuk ke dalam hutan dan bertemu orang aneh yang sering dipanggil Rover, karena dia pengelana. Rover orang yang misterius dan selalu memakai tudung kepala dan berbicara dengan judes.  Warga kampung berkata Rover adalah seorang penyihir, dan anak-anak harus menjauh darinya. Ketika bertemu Rover, Jack ketakutan. Namun Rover bertanya padanya apa yang dilakukan anak kecil di hutan. Jack-pun menjawab kalau dia mencari adiknya, Wilhem. Rover berkata kalau adiknya tidak mati. Namun dia sama saja dengan mati. Karena dia dibawa oleh Raja Oberon, Raja peri di Underwood ketika berada di dalam hutan. Oberon suka menculik anak kecil yang tersesat atau orang yang disukainya untuk dijadikan peliharaan. Dan ketika berada di hutan, dia dibujuk oleh Oberon untuk pergi ke Underwood.
Awalnya, Jack tidak percaya. Namun Rover bisa berbicara dengan hewan dan memerintah pohon bergerak dengan nyanyian. Dan Rover bisa membawa Jack ke Underwood untuk menyelamatkan adiknya, kalau dia mau. Dengan cepat Jack mengiyakan tawaran tersebut dan meminta Rover untuk menunjukkannya jalan ke Underwood.
Rover mentertawakannya, karena tidak ada manusia yang bisa masuk ke Underwood tanpa izin seorang peri. Lagipula, Jack hanya seorang bocah, dia tidak akan bisa membawa pulang adiknya karena dia harus mengalahkan Oberon. Keras kepala, Jack memaksa Rover. Dan Rover mengiyakan permintaan Jack dengan suatu bayaran yang masih dirahasiakan.
Rover yang meminta dipangil Goethe pun mengantar Jack ke underwood, tempat dimana peri dan makhluk makhluk mitologi berasal. Jack tidak akan bisa menggunakan senjata atau kekuatannya. Dunia underwood berjalan berbeda dengan dunia manusia. Dan kalau dia tidak punya sihir, satu-satunya yang bisa menyelamatkannya adalah otaknya. Untuk itu Goethe memberitahunya untuk mencari teman di Underwood, karena teman yang bisa menyelamatkannya.
Jack pun memasuki dunia underwood yang misterius dan indah. Disana dia bertemu banyak keanehan. Malam dan siang tidak berjalan seperti biasanya, banyak hewan yang bisa berbicara dan pohon yang bergerak. Namun Jack lelah dan lapar, dan dia tidak tahu jalan ke istana Oberon. Will selalu menjadi kembaran yang lebih pintar dan penuh strategi, sehingga Jack merasa tidak berdaya.
Ketika sedang beristirahat, Jack mendengar suara mengelepak yang aneh. Kemudian dia terkejut ketika mendapati seekor naga kerdil sedang terjebak di jaring laba-laba raksasa. Naga tersebut meminta Jack untuk menyelamatkannya, dan Jack membantunya. Di tengah usahanya, seekor laba-laba raksasa datang dan mencoba memangsa si naga. Si naga menyuruhnya pergi, namun Will masih keras kepala menolongnya. Dia memukul laba-laba raksasa dan membebaskan naga bernama Safrina yang terjebak.
Safrina pun menjadi teman pertama Jack di underwood. Safrina adalah naga yang terkutuk. Dulu dia adalah petinggi para naga yang agung dan memiliki badan yang sangat besar. Namun ketika terjadi perang beberapa ratus tahun yang lalu, pihak yang dibela Safrina kalah dan dia dikutuk menjadi kerdil karena tidak ingin temannya dibunuh Oberon.
Ketika mengetahui rencana Jack, Safrina mengatakan dia gila. Namun Safrina terikat dengan hutang budi Jack dan akan membantunya hingga dia menyelesaikan urusannya di Underwood. Selama perjalanan ke Alder, kota Oberon, Jack dan Safrina pun berteman. Meskipun begitu, mereka sering bertengkar karena Safrina tidak suka disebut lucu atau kerdil atau lemah, sedangkan Jack suka berbicara sembarangan.
Ketika dalam perjalanan, mereka mendengar suara derap kuda di kejauhan. Safrina gemetar ketakutan karena itu adalah suara kereta kuda Kesatria Alder yang paling ditakuti oleh semua mahkluk underwood. Ksatria Alder adalah peri gelap yang sombong dan bertugas mengamankan underwood dari orang-orang terusir dan terkutuk seperti Safrina.
Namun, Safrina berkata kalau dia ingin menyelamatkan Will yang terkurung di Alder, dia harus bisa mencari orang yang sama kuatnya dengan Oberon. Dan orang tersebut adalah Ksatria Alder. Jack berfikir sangat keras dan sampai pada rencana gila untuk menjadikan ksatria Alder sebagai senjatanya.
Safrin berkata ksatria Alder adalah orang yang sangat sombong dan berbangga diri. Dia tidak bisa menolak tantangan duel sebodoh apapun itu karena dia tidak mau dianggap lemah. Dia membawa kereta berisi jiwa orang-orang yang menantangnya dan kalah. Jack pun menantangnya. Kali ini duel yang diajukan Will bukan duel kekuatan atau sihir, namun duel kepintaran. Dalam duel mendebarkan itu, Jack berhasil mengalahkan Ksatria Alder dan menjadikannya pelayannya.
Dengan kekuatan ksatria Alder, Jack dan Safrina pergi ke Alder dengan ksatria yang telah ditaklukkan kesetiaannya. Ketika sampai di Alder, Oberon baru saja mau menghukum mati adiknya, Will karena sudah hampir berhasil kabur dari Alder. Jack berusaha menyelamatkan adiknya, namun Oberon menolak. Raja Oberon pun menantang Jack untuk bermain catur. Siapa yang menang akan berhak atas adiknya, Will.
Dalam permainan tersebut, Raja Oberon curang dan Jack memanggil ksatria Alder untuk berduel. Karena sama-sama kuat, kedua orang tersebut pun akhirnya sama-sama mati. Dalam kepanikan Underwood yang tidak lagi mempunyai raja semua orang mulai bertengkar. Dalam kekacauan itu, Rover atau Goethe pun datang.
Ternyata Goethe adalah pewaris tahta sah Underwood yang diusir Oberon karena kalah perang. Dia diusir dari underwood dan harus menjadi rover (pengelana) di negeri manusia selama beratus tahun. Goethe juga sahabat Safrina yang membuatnya dikutuk menjadi kerdil. Dengan kematian Oberon, kini Goethe pun kembali membawa takhta kerajaan Underwood. Dia memang memanfaatkan Jack dengan memberinya petunjuk yang mengantarnya pada Safrina dan membantunya menang melawan Oberon. Berkat Will dan Jack, Goethe berhasil kembali ke singgasana Underwood.


Goethe pun menagih bayaran kepada Jack karena mengantarnya ke underwood. Bayarannya adalah Jack harus menuliskan semua kisah yang berhubungan dengan underwood dan dunia manusia sebagi memoir dan peringatan kepada manusia yang suka menyusup ke underwood. Jack dan Will pun kembali ke dunia manusia dan hidup sebagai penulis dongeng dari underwood.


-FIN-

        C A T A T A N   P E N U L I S 


  1.  Click untuk desain karakter Underwood Chronicle
  2. Setting cerita ini adalah Jerman atau Prusia tahun 1789 
  3. Kata Underwood, diambil dari kata under (dibawah) dan wood (kayu, hutan). Kata ini saya pakai untuk menggambarkan 'dunia lain' di dalam hutan. seperti underground (bawah tanah)  atau underworld (neraka). Bukan berarti underwood berada di bawah tanah. hanya saja, mereka berada di dimensi lain dari dunia manusia, seperti Alam Jin hii....
  4. Jacob dan Wilhelm Grimm adalah nama dua orang penulis terkenal dari Jerman yang lebih sering dikenal sebagai Grimm Brother. Mereka adalah penulis yang menuliskan dongeng-dongeng jerman di masa Napoleon yang membuat dongeng tersebut terkenal sampai sekarang. Contohnya Rapunzel, Cinderella, Hansel and Gretell, dll. Sebenarnya Grimm bukan pendongeng, dia hanya menulis folklore Jerman sebagai protes kepada pemerintahan Napoleon yang memaksakan budaya dan bahasa Perancis ke warga Jerman. Dongeng dan analisis ini ditulis untuk mengingatkan Jerman akan akar kebudayaan mereka. Yup, penulis ngefans sama mereka.
  5. Kenapa Grimm Brother? imajinasi liar penulis mengatakan ada 'seseorang' yang menceritakan dongeng ini ke mereka untuk ditulis hehe. Namun selain nama dan masa depan mereka sebagai penulis, karakter dan pemikiran tetap milik imajinasi penulis. karena saya tidak tahu karakter baik Wilhelm dan Jacob. Oh, dan mereka tidak kembar.
  6. Dasar inspirasi cerita ini adalah puisi Der Erlkonig karya Johann Wolfang von Goethe. Ceritanya adalah seorang ayah yang berkuda di hutan di malam hari bersama puteranya. Di dalam perjalanan anaknya, digoda oleh raja peri (Der Erlkonig) untuk ikut dengannya. Akhirnya jiwa si anak dibawa oleh si raja peri, dan ketika sampai di rumah ayahnya menemukan puteranya sudah meninggal. Penulis terpesona oleh puisi Goethe yang gelap dan kemiripannya dengan legenda wewe gombel-nya Indonesia. Jadilah imajinasi ini terbentuk.
  7. Nama rover yakni Goethe, tentunya terinspirasi dari penulis puisi Der Erlkonig. hehe
  8. Oberon sebagai raja peri hanya terinspirasi oleh drama-nya Mbah Shakespeare, A Midsummer Night's Dream. Dimana raja peri disana bernama Oberon. Dia, dengan istrinya Titania memang suka menculik manusia. hm..
  9. Inspirasi utama adalah opera Schubert Der Erlkonig dari puisi van Goethe. Penulis pernah membaca cerita yang menyebut masalah ini dan jatuh cinta sama puisi Goethe. disini ada video keren yang menggambarkan opera Schubert dan puisi Goethe. Ada subtitle-nya kok: 

Desain Karakter Underwood Chronicle



-UNDERWOOD CHRONICLE-








C A T A T A N   P E N U L I S 

  1. Click untuk plot cerita Underwood Chronicle
  2. Setting cerita Jerman atau Prusia, 1789
  3.  Kata Underwood, diambil dari kata under (dibawah) dan wood (kayu, hutan). Kata ini saya pakai untuk menggambarkan 'dunia lain' di dalam hutan. seperti underground (bawah tanah)  atau underworld (neraka). Bukan berarti underwood berada di bawah tanah. hanya saja, mereka berada di dimensi lain dari dunia manusia, seperti Alam Jin hii....
  4. Jacob dan Wilhelm Grimm adalah nama dua orang penulis terkenal dari Jerman yang lebih sering dikenal sebagai Grimm Brother. Mereka adalah penulis yang menuliskan dongeng-dongeng jerman di masa Napoleon yang membuat dongeng tersebut terkenal sampai sekarang. Contohnya Rapunzel, Cinderella, Hansel and Gretell, dll. Sebenarnya Grimm bukan pendongeng, dia hanya menulis folklore Jerman sebagai protes kepada pemerintahan Napoleon yang memaksakan budaya dan bahasa Perancis ke warga Jerman. Dongeng dan analisis ini ditulis untuk mengingatkan Jerman akan akar kebudayaan mereka. Yup, penulis ngefans sama mereka.
  5. Kenapa Grimm Brother? imajinasi liar penulis mengatakan ada 'seseorang' yang menceritakan dongeng ini ke mereka untuk ditulis hehe. Namun selain nama dan masa depan mereka sebagai penulis, karakter dan pemikiran tetap milik imajinasi penulis. karena saya tidak tahu karakter baik Wilhelm dan Jacob. Oh, dan mereka tidak kembar.
  6. Dasar inspirasi cerita ini adalah puisi Der Erlkonig karya Johann Wolfang von Goethe. Ceritanya adalah seorang ayah yang berkuda di hutan di malam hari bersama puteranya. Di dalam perjalanan anaknya, digoda oleh raja peri (Der Erlkonig) untuk ikut dengannya. Akhirnya jiwa si anak dibawa oleh si raja peri, dan ketika sampai di rumah ayahnya menemukan puteranya sudah meninggal. Penulis terpesona oleh puisi Goethe yang gelap dan kemiripannya dengan legenda wewe gombel-nya Indonesia. Jadilah imajinasi ini terbentuk.
  7. Oberon sebagai raja peri hanya terinspirasi oleh drama-nya Mbah Shakespeare, A Midsummer Night's Dream. Dimana raja peri disana bernama Oberon. Dia, dengan istrinya Titania memang suka menculik manusia. hm..
  8. Inspirasi utama adalah opera Schubert Der Erlkonig dari puisi van Goethe. Penulis pernah membaca cerita yang menyebut masalah ini dan jatuh cinta sama puisi Goethe. disini ada video keren yang menggambarkan opera Schubert dan puisi Goethe. Ada subtitle-nya kok:  




Screenplay V For Vendetta: Adegan Peledakan Gedung Old Bailey

V For Vendetta Movie, 2005.

Berikut ini adalah screenplay untuk film V for Vendetta, salah satu film favorit saya. Screenplay yang saya posting disini adalah Adegan peledakan Gedung Old Bailey, Gedung Pengadilan di London, Inggris.

Dalam film ini, diceritakan kalau Inggris sudah dikuasai oleh rezim otoriter yang fanatik. Tidak ada kebebasan berpendapat seperti dahulu. Masyarakat secara terus menerus hidup dalam suasana yang mencekam dan penjara sosial pemerintah.

Peledakan Gedung Old Bailey beserta patung dewi keadilan merupakan simbol kalau sudah tidak ada keadilan di negeri Inggris. Dengan meledakkan patung beserta Gedung pengadilan tersebut, V, karakter utama dalam film ini ingin menyampaikan protesnya kepada pemerintah. 

Scene ini ditampilkan setelah V menyelamatkan Evey, sang heroine dari fingerman, polisi pemerintah yang korup dan tidak adil. V mengajak Evey ke atap gedung untuk menyaksikan 'konser musiknya'.

---------


EXT. KOTA LONDON, ATAP GEDUNG DI TENGAH KOTA – MALAM HARI

Menara Gedung Old Bailey berdiri dengan latar belakang kota London yang berpendar di malam hari. Jam malam membuat London gelap dan mencekam, sunyi tanpa suara. Patung emas Dewi keadilan bertengger di puncak kubah Old Bailey.

EVEY (V.O)
(Terkesima)
Sungguh indah diatas sini

Evey dan V berdiri sejajar memandang pemandangan kota

V
Tidak ada panggung yang lebih sempurna dari tempat ini

EVEY
Aku tak melihat satu pun alat musik

V
(berbicara dengan nada yang lembut namun sarkastik)
Kakuatan observasimu benar-benar bagus

Tiba-tiba, V mengeluarkan baton, tongkat untuk konduktor dari dalam jubbah hitamnya.

V
(berbicara dengan gaya seorang pendongeng, kuat dan teatrikal)
Tunggu! Aku mempersembahkan konser ini untuk Dewi keadilan!
(mengangkat tangannya dan menunjuk patung dewi keadilan di puncak kubah Old bailey)
Disaat libur kelihatannya dia tak ikut ambil bagian.

V dan Evey menatap tulisan di bawah monument Dewi keadilan yang berbunyi BELA ANAK-ANAK ORANG MISKIN-HUKUM PELANGGAR HUKUM. Kemudian menatap patung emas Dewi Keadilan.

V (V.O)
(berbicara dengan nada jijik namun lembut)
Dan ini untuk peniru yang sedang menggantikannya

V
(menoleh ke Evey dan bertanya masih dengan nada teatrikal)
Katakan, kau tahu ini hari apa, Evey?

EVEY
Um…
(berusaha mengingat, dahi berkerut)
Tanggal 4 November?


V
(berbicara lambat dengan nada merenung)
Sudah lewat

Suara bel tengah malam terdengar sayup-sayup di tengah kota London yang sunyi. V memandang kota dengan khidmat.

V
(dengan nada pelan dan merenung, seperti mengingat suatu peristiwa duka yang membuatnya sedih)
Ingatlah, ingatlah, tanggal 5 November. Plot Bubuk mesiu, pengkhianatan berdarah dan persekongkolan!

Secara perlahan, V berjalan ke tepi balkon. Evey memandnagnya dengan sorot bingung.

V
(masih dengan nada merenung)
Aku tahu betul mengapa Penghiatan Plot bubuk Mesiu seharusnya tidak pernah dilupakan.

V mengetukkan tongkat konduktornya ke pipa besi dengan tangan kirinya dua kali, suaranya berdenting pelan di tengah malam yang sunyi. Bel tengah malam dari Big Ben masih terdengar di kejauhan.

V
(suara kembali normal)
Pertama, music pengantar.
(bel tengah malam berdentang semakin keras)
Ya….
(mulai menggerakkan tangannya seperti konduktur)
ya, alat music gesek
Dengar baik-baik, tidakkah kau mendnegarnya?

Evey memandangnya seperti V sudah kehilangan akalnya

V (V.O)
Sekarang alat music tiup!

Evey mulai mendengar suara musik. Dia terkesiap dan berlari ke ujung balkon.

EVEY
(berseru kaget)
Aku bisa mendengarnya!


Dari jalanan, tiba-tiba terdengar musik orkestra Tchaikovsky 1812 menggema dari segala jalan kota London dengan suara lantang. Pengeras suara yang terpasang di lorong-lorong kota London serentak mengeluarkan musik.

Seorang gadis kecil membuka jendela kamarnya dengan girang dan melihat pengeras suara.

GADIS KECIL
(berseru dengan nada gembira)
Lihat keluar ibu! Mereka memainkan musik!

Di jalan-jalan kota London yang sepi, orang-orang mulai keluar rumah dengan pakaian tidur. Berbisik dengan bingung sambil memandangi pengeras suara yang terus memainkan musik orchestra.

EVEY
(Menoleh ke V dan bertanya dengan nada tak percaya)
Bagaimana kau bisa melakukannya?!

V
(tetap menggerakkan tangannya seperti mengkonduktori orchestra, berbicara dengan nada tenang)
Tunggu
(berseru dengan atusias)
ini kresendo!

Musik sampai pada klimaksnya dan V menjulurkan tangannya seolah menyembah Patung Dewi Keadilan. Stik konsuktor tetap dimainkan di tangan kanannya.

Musik menggema bersamaan dengan ledakan yang tiba-tiba dari dalam petung dewi keadlian , membuatnya hancur berkeping-keping dengan suara ledakan yang keras. Diikuti oleh kubah Old Bailey yang ikut meledak. V tertawa terbahak-bahak ketika kembang api meluncur ke langit dari dalam ledakan dengan suara mendesing nyaring.

V
(masih tertawa bahagia dan berseru dengan antusias)
Sungguh indah, bukan?!

Evey terperangah memandang kembang api yang meluncur ke langit dengan meriah. Sorot matanya ngeri sementara V masih tertawa dengan bahagia disampingya. Luncuran kembang api berwarna merah dan oranye membentuk huruf V dengan lingkaran di sekelilingnya di tengah langit malam. Memecah kesunyian kota dengan suara desingan dan ledakan kembang api di tengah malam.

CUT OUT

 ------

Video scene V for Vendetta untuk peledakan Gedung Old Bailey:

credits:

picture: https://truthandshadows.files.wordpress.com/2014/02/v-for-vendetta.jpg